GALERI KU HAL YANG MEMBUATKU SANGAT SENANG KETIKA DIWAKTU LUANG MENGENANG MASA SEKOLAH
Widget Animasi

Kamis, 26 April 2018

Penuntut ilmu tidak boleh futur

________๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ________

๐ŸŒน *PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR*๐ŸŒน

๐Ÿ”‰Oleh
*Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas*

❗ *_Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat._*

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1⃣Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2⃣Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3⃣Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

‼Di antara sebab-sebab itu adalah.

*1). Hilangnya keikhlasan.*
*2). Lemahnya ilmu syar’i.*
*3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.*
*4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.*
*5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.*
*6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.*
*7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.*
*8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).*
*9). Lemahnya iman.*
*10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).*
*11). Lemahnya pendidikan. [2]*

_Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya._ Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

๐Ÿ’žDi antara obat penyakit futur adalah.

*1). Memperbaharui keimanan.*
Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.
*2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.*
*3). Ikhlas dan takwa.*
*4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).*
*5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.*
*6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.*
*7). Mencari teman yang baik (shalih).*
*8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).*
*9). Sabar dan belajar untuk sabar.*
*10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [3]*

‼ *PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH PUTUS ASA DALAM MENUNTUT ILMU DAN WASPADA TERHADAP BOSAN*

๐Ÿ“›Sebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”

๐Ÿ’—Ingatlah wahai saudaraku, kehadiran Anda dalam majelis ilmu cukup membuat Anda mendapatkan pahala. Bagaimana jika Anda mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, *janganlah putus asa. Ketahuilah,* ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Anda akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.

‘Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur dalam taubatnya, apa yang ia dapatkan?

Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Kelurganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”

Demikian juga dengan Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun (perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya: Suatu hari ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya. Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya. Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga dari mereka yang mendengar pelajarannya.

Inilah sosok-sosok yang dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.

‼‼ *Jangan putus asa, berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Walaupun Anda pada hari ini belum mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga, keempat,…. setahun, dua tahun, dan seterusnya…[4]*

➡ *Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah agar tetap istiqamah dalam kebenaran.*

๐Ÿ–ฅ[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]
__________
๐Ÿ—’Foote Notes
[1]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 22).
[2]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 43-71).
[3]. Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas.
[4]. Ma’aalim fii Thariiq Thalabil ‘Ilmi (hal. 278-279



๐Ÿ“ฑSumber: https://almanhaj.or.id/2351-penuntut-ilmu-tidak-boleh-futur-tidak-boleh-putus-asa-dan-waspada-terhadap-bosan.html
-===============-
๐Ÿ”„ *Published by* : _Grup Remaji Salafiyyah Kampar (RSK)_

Tema Artikel Islam : *Tauhid, Aqidah, Manhaj, Adab, Fiqih, Siroh (Nabi, Sahabat & Ulama, Tazkiyatunnafsi, Motivasi, dll.*
________๐ŸŒฑ________
-===============-



=======๐ŸŒธ=======

๐Ÿ“ก *Silahkan share, semoga menjadi amal jariyah*

Karakteristik pengikut ahlussunah walaupun jama'ah

*MATERI PENTING!!*

๐Ÿ“‹๐Ÿ’Ž KARAKTERISTIK PENGIKUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

❅ https://t.me/CintaTauhid

๐ŸŽ“ Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd

1. Hanya bersumber kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka senantiasa menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber pengambilan, baik dalam ibadah, akidah, mu’amalah, sikap maupun akhlak. Setiap yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah mereka menerima dan menetapkannya. Sebaliknya, setiap yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah mereka menolaknya, tak peduli siapa pun yang berpendapat dengannya.

2. Menyerah kepada nash-nash syara’, serta memahaminya sesuai dengan pemahaman As-Salafus Shalih. Mereka menyerah kepada nash-nash syara, baik mereka memahami hikmahnya maupun tidak. Mereka tidak menghakimi nash-nash tersebut dengan akal mereka, tetapi mereka menghakimi akal mereka dengan nash-nash syara’.

3. Itiba’ dan meninggalkan ibtida’. Mereka tidak mendahului perkataan Allah dan Rasul-Nya, tidak meninggikan suara di atas suara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka juga tida rela jika seseorang meninggikan suara di atas suara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

4. Mereka memperhatikan al-Qur’an, baik dalam hal hafalan, bacaan maupun penafsiran. Juga perhatian dengan al-Hadits, baik dalam hal dirayah (matan, isi hadits) maupun riwayah (pembawa hadits).

5. Mereka senantiasa berdalil dengan sunnah shahihah dan meninggalkan pembedaan antara hadits mutawatir dengan ahad, baik dalam hukum maupun aqidah.

6. Mereka tidak memiliki imam yang diagungkan, yang mereka ambil seluruh ucapannya kecuali Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka mereka menimbangnya dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, jika ia sesuai dengan keduanya maka diterima, dan jika tida maka di tolak.

7. Mereka adalah orang yang paling mengerti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka mengetahui petunjuk, amal, ucapan dan ketetapan-ketetapannya. Karena itu, mereka adalah orang yang paling mencintai beliau dan paling setia mengikuti sunnahnya.

8. Mereka masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan beriman kepada Al-Qur’an secara keseluruhan pula [al-Baqarah/2 : 208].

9. Para pengikut Ahlus Sunnah mengagungkan para as-Salafush Shalih, meneladani dan menjadikan mereka sebagai teladan. Mereka melihat bahwa jalan para as-Salafus Shalih adalah jalan yang paling selamat, paling mengetahui dan paling bijaksana.

10. Mereka memadukan antara nash-nash tentang suatu persoalan dan mengembalikan al-mustasyabih (nash yang belum jelas) kepada al-muhkam (yang telah jelas ketentuannya), yang dengan demikian mereka bisa mencapai kebenaran dalam masalah tersebut.

11. Mereka memadukan antara ilmu dan ibadah. Ini berbeda dengan selain mereka yang terkadang sibuk beribadah dengan meninggalkan ilmu, atau sebaliknya.

12. Mereka memadukan antara tawakal kepada Allah dengan ikhtiar, mereka tidak mengingkari perlunya ikhtiar, sehingga tetap berusaha, tapi pada saat yang sama mereka tidak menggantungkan kepadanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ” Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah kamu berkata, ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini atau begitu’, tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki’. Karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan”. [Hadits Riwayat Muslim 8/56 No. 2664 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu].

Insyaa Allah bersambung...

Lima amalan yang paling disukai para sahabat

๐Ÿ“’ *LIMA AMALAN YANG PALING DISUKAI PARA SAHABAT*๐Ÿ“•

๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ

Para sahabat Rasulullah ridhwanullahi ‘alaihim adalah genarasi terbaik umat, generasi yang telah Allah pilih sebagai pendamping Nabi–Nya. Mereka digelari oleh Allah sebagai khairul ummah. Merekalah sebaik-baik generasi setelah para Nabi dan Rasul. Allah ta’ala menyifati mereka dalam banyak ayat–Nya, sebagaimana Allah ta’ala berfirman,

ูƒُู†ْุชُู…ْ ุฎَูŠْุฑَ ุฃُู…َّุฉٍ ุฃُุฎْุฑِุฌَุชْ ู„ِู„ู†َّุงุณِ ุชَุฃْู…ُุฑُูˆู†َ ุจِุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ูˆَุชَู†ْู‡َูˆْู†َ ุนَู†ِ ุงู„ْู…ُู†ْูƒَุฑِ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„ู‡ِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran 2: 110)

Para sahabat adalah sebaik-baik manusia yang mengambil ilmu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mereguk ilmu dari telaga yang masih murni tanpa campuran apapun. Dalam amaliyah pun mereka selalu berkiblat pada Rasulnya, meraka tidak menambah ataupun mengurangi tuntunan yang telah mereka pelajari, mereka tidak seperti orang-orang belakangan yang banyak menambal sulam agama mereka.

Tokoh tabi’in Imam Al Auza’i menjelaskan bahwa ada lima amaliyah yang selalu melekat pada diri para sahabat Rasulullah radhiyallahu ‘anhum. Lima perkara yang selalu ada dan senantiasa dilakukan oleh para sahabat yaitu: melazimi jamaah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca Al Qur’an, dan berjihad di jalan Allah. (Syarhus Sunnah Imam Al Baghawi, 1/209)

Kelima amaliyah tersebut menjadi ujung tombak para sahabat dalam kehidupan mereka, sehingga kita dapati mereka adalah sebaik-baik generasi yang ada di muka bumi, kelima amaliyah itu adalah:

1. Melazimi jamaah

Para sahabat adalah manusia yang saling terkait dalam satu insitusi jamaah. Mereka tidak berkelompok-kelompok mereka hanya mengenal pimpinan yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan setelahnya Khalifatur Rasyidin dan seterusnya. Mereka tidak membuat-buat kelompok-kelompok yang suka memecah umat, lalu dengan kelompok itu ia berbangga karena memiliki nama besar dan pengaruh pada umat. Mereka adalah kaum yang telah Allah muliakan di muka bumi setelah para Nabi dan Rasul.

2. Mengikuti sunnah

Secara bahasa sunnah artinya jalan. Menurut istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, sifat-sifatnya dan persetujuannya. Para sahabat pun sangat perhatian dalam masalah ini.

Segala macam ibadah yang kita lakukan apapun itu bentuknya haruslah mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah, sebab syarat diterimanya amalan seseorang adalah harus memenuhi dua syarat yaitu ikhlas karena Allah dan mengikuti Rasulullah. Karena barang siapa yang beramal tanpa ada tuntunan dari Rasullah maka amalan itu tertolak sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู…َู†ْ ุนَู…ِู„َ ุนَู…َู„ุงً ู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฃَู…ْุฑُู†َุง ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ

“Barang siapa yang mengerjakan amalam tanpa ada dasar tuntunan dari kami maka amalan tersebut tertolak(tidak diterima)” (HR. Muslim no. 1718)

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata: Hadits ini adalah pokok (pondasi amal) yang sangat agung di antara pokok-pokok Islam, ia merupakan timbangan terhadap lahiriyah seluruhh amal, sebagaimana hadits “Seluruh amal tergantung pada pada niatnya” yang merupakan timbangan seluruh amal secara batin. Seluruh amal yang tidak diniatkan untuk wajah Allah maka tidak ada pahala bagi orang yang mengamalkannya, demikian pula halnya dengan seluruh amalan yang tidak berdasarkan perintah Allah dan RasulNya maka amalan itu tertolak atas pelakunya. (Jamiul ‘Ulum Wal Hikam)

Maka jika kita ingin dikatakan sebagai umatnya Rasulullah, haruslah mengikuti sunnahnya, bukan malah anti bahkan phobia (takut) terhadap sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bukan juga sebaliknya yaitu menambah dan mengurangi dengan amalan-amalan yang tidak pernah beliau contohkan.

3. Memakmurkan masjid

Dengan amaliyah ini masjid akan menjadi makmur dan terisi oleh ibadah-ibadah yang disyariatkan. Namun berapa banyak pada saat ini masjid-masjid tidak makmur, shalat ke masjid pun terasa berat bahkan berapa banyak masjid yang terisi oleh ibadah-ibadah dan ritual-ritual nyeleneh? Maka bagaimana mungkin kemakmuran masjid akan tercapai?

Padahal, memakmurkan masjid adalah amaliyah yang begitu dicintai oleh Allah dan RasulNya. Allah ta’ala berfirman,

ุฅِู†َّู…َุง ูŠَุนْู…ُุฑُ ู…َุณَุงุฌِุฏَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู…َู†ْ ุขู…َู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุขุฎِุฑِ ูˆَุฃَู‚َุงู…َ ุงู„ุตَّู„ุงุฉَ ูˆَุขุชَู‰ ุงู„ุฒَّูƒَุงุฉَ ูˆَู„َู…ْ ูŠَุฎْุดَ ุฅِู„ุง ุงู„ู„َّู‡َ ูَุนَุณَู‰ ุฃُูˆู„َุฆِูƒَ ุฃَู†ْ ูŠَูƒُูˆู†ُูˆุง ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُู‡ْุชَุฏِูŠู†َ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah 9: 18)

4. Membaca Al Qur’an

Tahukah anda? Para sahabat adalah orang-orang yang selalu akrab dengan Al Qur’an, tiada hari mereka lewati tanpa membaca Al Qur’an. Kita akan merasa nikmat hidup di bawah naungan Al Qur’an mana kala kita membersihkan noda-noda kemaksiatan di dalam hati kita. Sehingga kesucian dan kejernihan hati pun akan diraih. Tentu saja tanda seseorang yang mencinta adalah ia sangat menyukai kalam yang dicintai. Sehingga diibaratkan dalam sebuah syair:

Jika engkau mengaku mencintai-Ku, janganlah engkau tinggalkan kitab-Ku (Al-Qur’an)
Saat engkau merenungkan kitab-Ku, engkau akan rasakan lezatnya kalimat-Ku di dalamnya.

‘Utsman bin ‘Affan pernah mengutarakan, “Seandainya hati kita bersih, tentu kita tidak akan pernah puas bersama Al-Qur’an (kalamullah). Sungguh aneh, bagaimana seseorang bisa puas mendengar kalimat indah dari yang ia cintai.” (Al-Jawab Al-Kafi, hal. 170)

5. Jihad di jalan Allah

Jihad adalah salah satu dari tiang agama, tanpanya pula agama ini tidak akan mampu tegak. Para sahabat menyadari betul islam adalah rahmatan lil ‘alamin namun hal ini tidak terwujud seandainya dakwah islam tidak dikawal dengan jihad. Begitulah kehidupan para sahabat yang juga terhiasi dengan jihad fii sabilillah.

Dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku diutus dengan pedang menjelang hari kiamat, sampai Allah sebagai satu-satunya sembahan tidak ada kesyirikan baginya dan dijadikan rizki dibawah bayangan tombakku.” (HR. Ahmad)

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata: “Kalaulah bukan karna tiga hal, aku lebih suka menemui Allah (Mati),

1. Kalau aku tidak diberi kesempatan jihad di jalan Allah,
2. Aku letakkan keningku di atas tanah dalam keadaan sujud,
3. Aku duduk bergaul dengan suatu kaum sehingga mendapatkan perkataan yang baik seperti mendapatkan buah yang lezat.

Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma berkata,

ุฅِู†َّ ุฃَูْุถَู„َ ุงู„ْุนَู…َู„ِ ุจَุนْุฏَ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ุงَู„ْุฌِู‡َุงุฏُ ูِูŠْ ุณَุจِูŠْู„ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰

“Sesungguhnya seutama-utama amal sesudah shalat adalah jihad di jalan Allah Ta’ala.” (HR. Ahmad (II/32) dengan sanad yang shahih. Lihat Musnad Ahmad (no. 4873) dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (III/477))

Para sahabat adalah orang-orang mulia setelah Nabi dan Rasul, sudah sepantasnya bagi kita untuk mengikuti mereka, karena dengan mengikuti mereka merupakan jalan keselamatan, sedangkan menyelisihi mereka adalah jalan kebinasaan.

Ditulis Oleh:
Ustadz Saryanto Abu Ruwaifi’
(Kontributor Bimbingan Islam)
๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐ŸŒธ
Sumber: https://bimbinganislam.com/lima-amalan-yang-paling-disukai-para-sahabat/





*group wa manhaj salaf 4*

Perbaikilah hatimu niscaya akan baik lisan dan akhlak lahiriahmu

*๐ŸŒด๐ŸŒด Perbaikilah Hatimu Niscaya Akan Baik Lisan dan Akhlak Lahiriahmu๐ŸŒด๐ŸŒด*


 *๐Ÿ’ฌSyaikh Rabi' Ibnu Hadi al madkhali Hafidzahullah :*
"Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ุฃู„ุง ูˆَุฅู†َّ ููŠ ุงู„ุฌุณุฏِ ู…ُุถْุบَุฉ ุฅุฐุง ุตَู„َุญَุชْ ุตَู„َุญَ ุงู„ุฌَุณَุฏُ ูƒُู„ُّู‡ ูˆَุฅุฐุง ูَุณَุฏَุชْ ูَุณَุฏَ ุงู„ุฌَุณَุฏُ ูƒُู„َّู‡ُ ุฃู„ุง ูˆَู‡ูŠَ ุงู„ู‚َู„ْุจُ

 *_"Dan ketahuilah sesungguhnya pada tubuh manusia itu terdapat sekerat daging, jika ia baik maka baiklah seluruh anggota badannya, dan jika ia rusak rusaklah seluruh anggota tubuhnya, ketahuilah bahwa sekerat daging tersebut adalah hati."_ Hadits Riwayat al imam al-Bukhari dan al- imam Muslim dari sahabat An-Nu’man bin Basyir radhiallahu ’anhuma)*

*♻Perbaikilah hati kalian niscaya akan lurus lisan dan lahiriah kalian.* Merupakan suatu keharusan memperhatikan perbaikan hati (yaitu) dengan komitmen terhadap kejujuran, keikhlasan, taubat, kembali (kepada Allah), dan merasa diawasi Allah serta waspada dari riya', waspada dari kedengkian, sifat dendam dan waspada dari apa saja yang bisa merusak hati. 

_✔Maka merupakan suatu keharusan (seseorang)  membersihkan hati, karena tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang yang bertemu Allah dengan hati yang bersih._

*✳Hati yang bersih adalah yang bersih dari penyakit-penyakit ini, bersih dari kesyirikan, kedustaan, kesombongan, kedengkian, permusuhan dijalan syaithan dan seterusnya dari sifat-sifat tercela.*

*✅ Apabila hati baik (dan obatnya adalah Alqur'an)  Serta menjaganya agar tidak terjatuh kedalam penyakit-penyakit ini, maka baiklah jasmani semuanya, baik amalannya semuanya, apabila berbicara, maka berbicara dengan jujur, apabila beramal, beramal dengan amalan yang shalih serta menjauhi perbuatan dan ucapan yang jelek.*

Diantara yang dibimbingkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah *"Tidak lah mengatakan sesuatu melainkan kebaikan"*

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจุงِู„ู„َู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูَู„ْูŠَู‚ُู„ْ ุฎَูŠْุฑุงً ุฃَูˆ ู„ูŠุตู…ุช

*"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam."*

Katakanlah kebaikan dan tinggalkan kejelekan  dengan berbagai macamnya, tinggalkan ucapan dusta, ghibah, adu domba dan semua kejelekan, jangan engkau ucapkan, sekalipun perkara yang hukumnya mubah yang dibolehkan bagimu untuk menyampaikannya, jangan berlebihan karena yang demikian itu mengantarkanmu untuk terjatuh dalam kejelekan. 

ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจุงِู„ู„َู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ูَู„ْูŠَู‚ُู„ْ ุฎَูŠْุฑุงً ุฃَูˆ ู„ูŠุตู…ุช

*"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam."*

Bacalah AlQur'an, bacalah hadits, bacalah yang bisa memberikan manfa'at kepadamu, berbicaralah terhadap perkara yang bisa memberikan manfa'at kepadamu dan bermanfaat untuk manusia seperti nasihat, Amar ma'ruf nahi Munkar dan yang semisalnya. Didalam Hadits Mu'adz Radhiyallahu anhu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

ูˆู‡ู„ ูŠَูƒุจُّ ุงู„ู†ุงุณَ ููŠ ุงู„ู†َّุงุฑ ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆู‡ู‡ู… ุฃูˆ ู‚ุงู„: ุนู„ู‰ ู…ู†ุงุฎุฑู‡ู… ุฅู„ุงَّ ุญุตุงุฆุฏُ ุฃู„ุณู†ุชู‡ู…؟”

*"Bukankah manusia kelak akan diseret diatas wajahnya dalam neraka dikarenakan sebab lisannya”.*


_✔Didalam Alqur'an terdapat bimbingan yang banyak, yang memberikan peringatan dari dusta dan menerangkan kerusakannya, demikian pula didalam assunnah, bacalah kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya,_

Terangilah dengan keduanya urusan dunia dan agama kalian, niscaya kehidupan dan keadaan kalian akan baik." 

๐Ÿ“Almajmu' arraiq hal 204.


๐Ÿ–ŠAbu Fudhail Abdurrahman Ibnu 'umar semoga Allah mengampuninya

-------------------------

Mari kita ajak keluarga, kerabat dan teman untuk belajar aqidah dan manhaj dengan bergabung di channel ini atau silahkan forward pembahasan di channel ini ke group anda lainnya...

________

*Channel Telegram :*

▪https://t.me/bahteradakwahsunnah

*FansFage Facebook :*

▪Bahtera Dakwah Sunnah

*WashApp :*

๐Ÿ“ฒ Daftar Via WA (IKHWAN) : 0853 6223 4046

๐Ÿ“ฒ Daftar Via WA (AKHWAT) : 0895 3511 90081

*_[Format :Ketik: Bismillah # Nama # Asal # Pekerjaan]_*

________๐ŸŒฑ________
-===============-
๐Ÿ”„ *Published by* : _Grup Remaji Salafiyyah Kampar (RSK)_

Tema Artikel Islam : *Tauhid, Aqidah, Manhaj, Adab, Fiqih, Siroh (Nabi, Sahabat & Ulama, Tazkiyatunnafsi, Motivasi, dll.*
________๐ŸŒฑ________
-===============-


=======๐ŸŒธ=======

๐Ÿ“ก *Silahkan share, semoga menjadi amal jariyah*

Biografi ulama Syaikh Ibnu Hazm

๐Ÿ““BIOGRAFI ULAMA
๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’

MENGENAL SYAIKH IBNU BAZ ULAMA DARI HIJAZ

๐Ÿ”‰Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata kepada para sahabatnya, _“Sesungguhnya kalian sekarang ini berada di masa para ulamanya masih banyak dan tukang ceramahnya sedikit. Dan akan datang suatu masa setelah kalian dimana tukang ceramahnya banyak namun ulamanya amat sedikit.” (Qowa’id fi at-Ta’amul ma’al ‘Ulama, hal. 40)._

๐Ÿ‘†๐ŸปApa yang dikatakan Ibnu Mas’ud sama sekali tidak meleset. Sekarang kita berada di zaman yang beliau katakan itu. Ulamanya sedikit dan para penceramah (orang yang pandai berbiacaranya) banyak. Sedikitnya ulama tentu memiliki dampak besar terhadap umat. Dalam keadaan tersebut penyebaran ilmu tentu berbeda dengan ketika ulama banyak. Keadaan demikian diperburuk dengan pembunuhan karakter terhadap para ulama. Sehingga kaum muslimin semakin bingung, ulama mana yang harus mereka teladani. Kian beratlah ujian. Ujian memilih ulama rabbani yang bisa membimbing kita pada jalan kebenaran.

⭐Di antara ulama rabbani yang membimbing umat adalah *Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Atau yang sering disebut dengan Syaikh Ibnu Baz.* Sedikit tentang akhlak beliau telah pembaca simak di artikel Mencuri di Rumah Seorang Mufti. Kisah akhlak yang mengagumkan. Yang menimbulkan keingintahuan tentang siapakah mufti yang mulia itu.

❓Siapakah Ibnu Baz?

*๐Ÿ‘‰๐ŸปBeliau adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz. Dilahirkan di bulan Dzul Hijjah tahun 1330 H, di Kota Riyadh. Syaikh Ibnu Baz terlahir dalam keadaan sehat dan normal. Kemudian pada tahun 1346 H, pandangannya mulai rabun. Dan pada tahun 1350 H, beliau mengalami kebutaan secara total. Abdul Aziz kecil telah menghafalkan Alquran secara sempurna sebelum ia menginjak usia baligh (Jawanib min Sirati al-Imam Abdul Aziz bin Baz oleh Muhammad al-Hamd, Hal. 33).* Kiranya inilah jalan hidup para ulama. Mereka membuka pintu ilmu dan hikmah dengan menghafalkan Alquran sedari kecil.

๐ŸŒทSemangat Ibnu Baz dalam mempelajari agama sudah muncul sejak kecil. Di masa kanak-kanaknya, ia telah belajar kepada para ulama besar di Kerajaan Arab Saudi. Di antara guru-gurunya adalah:

⏺Syaikh Muhammad bin Abdul Lathif bin Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab.
⏺Syaikh Shaleh bin Abdul Wahhab.
⏺Syaikh Saad bin Hamd bin Athiq.
⏺Syaikh Hamd bin Faris.
⏺Syaikh Muhammad bin Ibrahim alu asy-Syaikh. Ibnu Baz hadir di majelisnya setiap pagi dan sore dan mempelajari banyak cabang ilmu syariat sejak tahun 1347 H-1357 H.Syaikh Saad Waqqash al-Bukhari sebagai guru tajwidnya.

*Ilmu Yang Dihiasi Akhlak Mulia*

๐Ÿ‚Sudah selayaknya orang yang berilmu itu memiliki akhlak yang mulia. Akhlak yang terbimbing dari apa yang sudah diketahuinya. Demikian pula dengan Ibnu Baz rahimahullah. Beliau dikenal dengan kelemah-lembutannya. Mudah tersentuh hatinya dan meneteskan air mata saat mendengar bacaan Alquran. Mendengar hadits-hadits Nabi ๏ทบ. Mendengar kisah-kisah kehidupan para ulama. Mendengar kabar tentang kaum muslimin. Atau bahkan mendengar sebuah syair.

๐Ÿ“ŒIlmunya tidak ia gunakan untuk mendebat orang yang berilmu dan para guru. Ia adalah seorang yang sangat rendah hati. Walaupun kedudukannya tinggi. Seorang yang tenang dan tidak tergesa-gesa dalam bersikap dan mengambil keputusan. Ia dikenal sebagai seorang yang dermawan dalam harta, waktu, ilmu, kebaikan, dan pertolongan. Tentu tidak mungkin tulisan singkat ini menguraikan contoh dari masing-masing sifat tersebut.

Daya ingatnya sangat kuat. Semakin bertambah usia, makin kuat pula hafalannya. Di antara ciri orang besar dan sukses adalah mereka memiliki semangat dan ketekunan yang luar biasa. Sifat itu pula yang dimiliki Syaikh Ibnu Baz. Ia senantiasa menjadi penengah dalam banyak permasalahan. Karena ia dikenal adil, bijak, dan sangat teguh memegang prinsip kebenaran. Dengan padatnya kegiatan, Syaikh tetaplah seseorang yang menepati janjinya.

*Berkhdimat Kepada Umat*

๐Ÿ‘‰๐ŸปPada tahun 1357-1371 H, Syaikh Ibnu Baz diberi amanah oleh kerajaan sebagai imam dan khotib di Kota al-Kharj. Di sana juga beliau memiliki majelis pengajian 5 hari sepekan. Hanya hari Selasa dan Jumat saja tidak ada majelis beliau.

Kemudian beliau pindah ke Kota Riyadh pada tahun 1372 H. Di ibu kota kerajaan ini beliau mengajar di Ma’had ar-Riyadh al-Ilmi. Perhatian beliau terhadap perkembangan ilmu agama di Riaydh sangatlah besar. Beliau mengembangkan halaqah belajar di al-Jami al-Kabir di Riyadh. Pada tahun 1381 H, beliau diangkat menjadi wakil rektor Universitas Islam Madinah. Kemudian menjadi rektor pada tahun 1390-1395 H. Dan beliau menginisiasi halaqah belajar di Masjid Nabawi (Jawanib min Sirati al-Imam Abdul Aziz bin Baz, Hal. 45-48).

Dengan keterbatasannya, beliau tetap menunaikan haji. Rukun Islam yang kelima itu beliau laksanakan sebanyak 42 kali dalam hidupnya. Haji pertama dilaksanakan pada tahun 1349 H. Setelah itu dilaksanakan empat kali haji tidak berturut-turut. Berikutnya, 37 kali haji dilaksanakan secara berturut-turut. Antara tahun 1372-1418 H (Jawanib min Sirati al-Imam Abdul Aziz bin Baz, Hal. 113).

Di dunia akademik modern, kita menyaksikan biasanya seseorang hanya mengambil satu bidang kajian khusus untuk ia dalami. Karenanya, ketika ia berbicara tentang bidang kajiannya, ia akan terlihat sangat mumpuni. Namun jika berbicara di luar bidangnya, ia sama seperti orang awam lainnya atau hanya mengetahui secara general saja. Adapun Syaikh Ibnu Baz, beliau pakar dalam banyak cabang ilmu agama.

Ketika Syaikh Ibnu Baz berbicara dalam satu cabang di antara cabang-cabang ilmu agama, maka orang yang mendengarnya akan menyangka ia memiliki spesialisasi di bidang tersebut. Namun ternyata hal itu sama ketika beliau berbicara di cabang ilmu yang lain. Ketika ia berbicara tentang hadits; pengenalan tentang rijalul hadits dan rawi-rawinya, tentang shahih dan dhaif-nya, orang akan menyangkanya sebagai ahli hadits. Ketika beliau berbicara tentang akidah, maka orang menyangka dialah pakarnya. Demikian juga dalam ilmu tafsir, fikih, dan yang lainnya. Para pendengar akan dibuat kagum akan kedalaman ilmunya.

*Warisan Ibnu Baz*

๐ŸŒนSyaikh Ibnu Baz banyak mewariskan karya ilmiah. Ada yang dalam bentuk tulisan. Ada pula dalam bentuk rekaman ceramah dan seminar. Karya tulis Syaikh Ibnu Baz adalah hasil transkrip dari ceramah-ceramah atau ucapan yang beliau diktekan kepada murid-muridnya.

๐Ÿ’žKarya-karya beliau sangat menekankan koreksi ritual ibadah. Karena tidak kita pungkiri, banyak praktik-praktik ibadah yang menyelisihi tuntuntan Rasulullah ๏ทบ. Seperti bagaimana haji dan umrah yang sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ๏ทบ. Tentang bagaimana shalat sesuai bimbingan Nabi ๏ทบ. Tentang bagaimana puasa dan zakat. Beliau juga memiliki kumpulan fatwa yang telah dikumpulkan oleh Muhammad bin Saad asy-Syuwai’ir dalam 18 jilid tebal.

๐ŸŒทBeliau juga memiliki perhatian besar dengan akidah yang shahih. Berpegang kepada Sunnah dan memperingatkan masyarakat dari bahaya bid’ah. Kemudian tentang dakwah dan akhlak. Tentang hijab dan nikah. Memperingatkan buruknya fanatisme kearaban. Tentang jihad di jalan Allah, dll.

*Kasih Sayang Sesama Muslim*

Terlalu banyak kisah-kisah betapa kasihnya Syaikh Ibnu Baz terhadap umat Islam di belahan dunia. Bahkan tidak jarang orang-orang yang telah berputus asa di negerinya, mengirim surat ke Arab Saudi, kepada Syaikh Ibnu Baz, untuk memohon bantuan. Tidak hanya dari negara Arab. Surat permohonan tersebut juga datang dari negeri-negeri di Asia Tenggara.

Mungkin orang mengira, karena Syaikh Ibnu Baz adalah tokoh dakwah salaf di masa sekarang, beliau tidak peduli dengan tokoh-tokoh pergerakan. Beliau memang tegas dalam hal-hal yang menyelisihi sunnah, namun beliau juga memegang teguh prinsip persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau Syaikh Ibnu Baz meminta pemerintah Mesir untuk tidak menghukum mati Sayid Qutb rahimahullah.

Syaikh Muhammad Majdzub –salah seorang ulama Maroko- mengisahkan tentang kemarahan Syaikh Ibnu Baz kepada pemerintah Mesir yang memvonis mati Sayid Qutb. Beliau mengirim surat kepada pemerintah Mesir agar membatalkan vonis tersebut. Ia menyebut Sayid Qutb adalah saudaranya. Beliau menutup suratnya dengan mencantumkan ayat:

*ูˆَู…َู†ْ ูŠَู‚ْุชُู„ْ ู…ُุคْู…ِู†ًุง ู…ُุชَุนَู…ِّุฏًุง ูَุฌَุฒَุงุคُู‡ُ ุฌَู‡َู†َّู…ُ ุฎَุงู„ِุฏًุง ูِูŠู‡َุง ูˆَุบَุถِุจَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَู„َุนَู†َู‡ُ ูˆَุฃَุนَุฏَّ ู„َู‡ُ ุนَุฐَุงุจًุง ุนَุธِูŠู…ًุง*

_“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 93) (Ulama wa Mufakkirun Araftuhum oleh Muhammad Majdzub, 1: 77-106)._

Namun sayang, ulama Rabbani ini tidak dibiarkan populer dan mendapatkan hati di masyarakat. tidak sedikit media yang berusaha membunuh karakter beliau. Baik media Islam apalagi media non-Islam. Dan masih banyak kisah-kisah lainnya tentang hubunga beliau bersama tokoh-tokoh dakwah lainnya. Karena itu, pujian terhadap beliau datang dari lawan apalagi kawan. Orang-orang yang berbeda pemikiran dan jalan dakwahnya pun tidak sedikit yang datang kepada beliau untuk berkonsultasi. Masyarakat awam sangat menghormati dan mendengarkan pendapatnya. Beliau mendapat tempat di hati semua kalangan.

๐Ÿ”‰Syaikh Abdullah bin Sulaiman al-Mani’ menyatakan Syaikh Ibnu Baz adalah sebaik-baik hakim. Ia adalah hakim yang adil. Hakim yang berilmu. Hakim yang diridhai putusannya. Diterima dan menenangkan masyarakat (Ulama wa Mufakkirun Araftuhum oleh Muhammad Majdzub, 1: 77-106).

*Jabatan-jabatan Semasa Hidupnya*

๐ŸŒพSyaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah menjabat sebagai ketua Idarah al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta wa ad-Dakwah wa al-Irsyad. Kemudian menjabat Grand Mufti Kerajaan Arab Saudi dan pimpinan Hai-ah Kibar al-Ulama wa Idarah al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta.

๐ŸŒผBeliau juga adalah pimpinan dan anggota al-Majlis at-Ta’sisi Li Rabithah al-Alam al-Islami dan pimpinan Majlis al-A’la al-Alami lil Masajid.

Beliau juga mengemban amanah sebagai ketua al-Majma’ al-Islami di Mekah al-Mukarrmah dan anggota majelis tinggi Jami’ah Islamiyah di Madinah.

*Wafatnya Sang Alim*

๐Ÿ‘‰๐ŸปSyaikh Ibnu Baz wafat pada hari Kamis, 27 Muharam 1420 H di usia 80 tahun. Beliau telah menghabiskan umurnya untuk ilmu, belajar, mengajar, berbakti kepada Islam dan kaum muslimin. Semoga Allah memberikan rahmat yang luas kepada beliau. Dan membalas kebaikannya dengan sebaik-baik balasan (Jawanib min Sirati al-Imam Abdul Aziz bin Baz oleh Muhammad al-Hamd, Hal. 587).

Suasana shalat jenazah Syaikh Ibnu Baz di Masjid al-Haram dan pemakaman beliau:

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Read more http://kisahmuslim.com/5046-mengenal-syaikh-ibnu-baz-ulama-dari-hijaz.html

________๐ŸŒฑ________
-===============-
๐Ÿ”„ *Published by* : _Grup Remaji Salafiyyah Kampar (RSK)_
Tema Artikel Islam : *Tauhid, Aqidah, Manhaj, Adab, Fiqih, Siroh (Nabi, Sahabat & Ulama, Tazkiyatunnafsi, Motivasi, dll.*
________๐ŸŒฑ________
-===============-



=======๐ŸŒธ=======

๐Ÿ“ก *Silahkan share, semoga menjadi amal jariyah*

Penyimpangan dan larinya pemuda dari nilai agama

*๐ŸšซPENYIMPANGAN DAN LARINYA PARA PEMUDA DARI NILAI AGAMA๐Ÿšซ*

๐Ÿ’ซOleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

❓Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apakah penyebab penyimpangan dan larinya kebanyakan generasi muda dari nilai-nilai agama ?

⬇Jawaban
๐Ÿ’ฅPenyimpangan dan larinya kebanyakan generasi muda dari segala yang berkaitan dengan nilai-nilai agama seperti yang anda sebutkan disebabkan banyak hal :
๐Ÿ”ฅYang paling prinsip adalah kurangnya ilmu dan bodohnya mereka terhadap hakekat Islam dan keindahannya,
๐Ÿ”ฅ tidak ada perhatian terhadap Al-Qur’an Al-Karim,
๐Ÿ”ฅkurangnya pendidik yang memiliki ilmu dan kemampuan untuk menjelaskan hakekat Islam kepada generasi muda, menjelaskan segala tujuan dan kebaikannya secara terperinci yang bakal didapatkan di dunia dan akhirat.

▶Ada beberapa penyebab yang lain, seperti lingkungan, radio dan telepon, rekreasi keluar negeri, dan bergabung dengan kaum pendatang yang memiliki aqidah yang batil, akhlak yang menyimpang, dan kebodohan yang berlipat ganda, hingga faktor-faktor lainnya yang menyebabkan mereka lari dari Islam dan mendorong mereka dalam pengingkaran dan ibahiyah (permisivisme).

๐Ÿฅ€Pada posisi ini, banyak generasi muda yang bergabung, hati mereka kosong dari ilmu-ilmu yang bermanfaat dan aqidah-aqidah yang benar, datangnya keraguan, syubhat, propaganda-propaganda menyesatkan dan syahwat-syahwat yang menggiurkan. Akibat dari semua ini adalah yang telah kamu sebutkan dalam pertanyaan berupa penyimpangan dan larinya kebanyakan pemuda dari segala hal yang mengandung nilai-nilai Islam. Alangkah indahnya ungkapan dalam pengertian ini.

๐Ÿ’ฆ“Hawa nafsu datang kepadaku, sebelum aku mengenalnya. Maka ia mendapatkan hati yang kosong, lalu menetap (di dalamnya)”

๐Ÿ’Dan yang lebih mantap’ lebih benar dan lebih indah dari ungkapan itu adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : *Terangkan kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Ilahnya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya ? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya dari binatang ternak itu” [Al-Furqan : 43-44]*

Menurut keyakinan saya, pengobatannya bervariasi menurut jenis penyakitnya, yang terpenting adalah
๐Ÿ“Œ memberikan perhatian terhadap Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah An-Nabawiyah, ditambah lagi adanya guru, direktur, pengawas dan metode yang shalih, melakukan reformasi terhadap berbagai sarana informasi di Negara-negara Islam, dan membersihkan dari ajakan kepada ibahiyah, akhlak yang tidak Islami, berbagai macam pengingkaran dan kerusakan yang ada padanya, apabila para pelaksananya adalah orang-orang yang jujur dalam dakwah Islam, dan memiliki keinginan dalam mengarahkan rakyat dan generasi muda kepadanya. Di antaranya adalah memprioritaskan perbaikan lingkungan dan membersihkannya dari berbagai wabah yang ada padanya.

๐Ÿ”–Termasuk pengobatan juga adalah larangan melancong ke luar negeri kecuali karena terpaksa. Dan perhatian terhadap organisasi-organisai Islam yang bersih, serta terarah lewat perantara berbagai sarana informasi, para guru, da’i dan para khatib. Aku memohon kepada Allah agar memberikan nikmat atas hal itu, membimbing para pemimpin umat Islam, memberikan taufiq kepada mereka untuk memahami dan berpegang dengan agama, dan melawan sesuatu yang menyalahi dengan jujur, ikhlas, usaha yang berkesinambungan. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar serta Dekat.

[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Jilid V hal, 253-256. Syaikh Ibn Baz]

๐Ÿ“š[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]

________๐ŸŒฑ________
-===============-
๐Ÿ”„ *Published by* : _Grup Remaji Salafiyyah Kampar (RSK)_

Tema Artikel Islam : *Tauhid, Aqidah, Manhaj, Adab, Fiqih, Siroh (Nabi, Sahabat & Ulama, Tazkiyatunnafsi, Motivasi, dll.*
________๐ŸŒฑ________
-===============-



=======๐ŸŒธ=======

๐Ÿ“ก *Silahkan share, semoga menjadi amal jariyah*

Bahaya kesyirikan

❗ *BAHAYA KESYIRIKAN* ❗

๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ

1⃣ Setiap orang tentu tidak ingin nyawanya terbuang sia-sia. Mengapa ? Karena nyawa merupakan sesuatu yang paling berharga dan tidak ternilai dengan harta sebanyak apapun.

2⃣ Sedemikian takut kita kehilangan nyawa sehingga apapun kita korbankan untuk mempertahankan nyawa kita. Bahkan tak jarang nyawa orang tercinta pun menjadi korban untuk mempertahankan nyawa kita sendiri. Padahal jarang di antara kita yang hidup lebih dari 100 tahun.

3⃣ Pernahkah kita membayangkan ketika seorang dokter telah memvonis bahwa penyakit yang anda derita tidak akan sembuh, apapun yang anda dan dokter akan perbuat ?

4⃣ Betapa hancur hati, luluh lantak rasa jiwa kita ketika mendengarkan ungkapan itu. Kenapa ? Karena kita sadar bahwa harapan hidup kita sudah tidak ada lagi. Harapan untuk menikmati kenikmatan dunia sudah tidak ada lagi. Harta yang berlimpah sudah tak telihat wah lagi. Istri yang cantik sudah tak memikat lagi. Anak tercintapun sudah tak berguna lagi.

5⃣ Namun tahukah kita sakit, derita yang kita alami itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan pedihnya, beratnya siksa neraka Allah 'Azza wa Jalla.

6⃣ Ketika kita divonis Allah Subhana wa Ta'ala masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Maka sakit yang kita rasakan di dunia tak berbanding sedikitpun dengan siksa yang akan menimpa kita.

7⃣ Tahukah diri ini senjata utama agar kita tidak terjerembab dan tersungkur ke dalam neraka, kekal di dalamnya ? Senjata itu adalah tidak berbuat syirik kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala. Ampunan Allah Ta'ala-lah yang mampu menyelamatkan kita dari siksa neraka nan abadi.
Allah Subhana wa Ta'ala berfirman,

ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠَุบْูِุฑُ ุฃَู†ْ ูŠُุดْุฑَูƒَ ุจِู‡ِ ูˆَูŠَุบْูِุฑُ ู…َุง ุฏُูˆู†َ ุฐَู„ِูƒَ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ูˆَู…َู†ْ ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‚َุฏِ ุงูْุชَุฑَู‰ ุฅِุซْู…ًุง ุนَุธِูŠู…ًุง

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (An Nisa : 48).

Ketika tidak ada ampunan maka nerakalah tempat kembali selamanya.

8⃣ Allah Subhana wa Ta'ala tidak akan mengampuni dosa kemusyrikan padahal Dia adalah Dzat Yang Maha Luas Rahmat dan Kasih Sayang kepada hamba-hamba Nya. Namun ketika kita menyekutukan-Nya maka harapan mendapatkan rahmat sudah pupus. Karena pelanggaran yang kita perbuat merupakan dosa yang terbesar.
ุฅِู†َّ ุงู„ุดِّุฑْูƒَ ู„َุธُู„ْู…ٌ ุนَุธِูŠู…ٌ

“Sesungguhnya kesyirikan benar-benar kezholiman / dosa yang amat besar.” (Luqman: 13).

9⃣ Ketika kita berani berbuat kesyirikan, maka telah diharamkan surga bagi kita. Tempat menetap selamanya adalah neraka dan tidak ada suatu apapun yang mampu menolong kita. Sebagaimana firman Allah 'Azza wa Jalla,
ุฅِู†َّู‡ُ ُ ู…َู†ْ ูŠُุดْุฑِูƒْ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‚َุฏْ ุญَุฑَّู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَู…َุฃْูˆَุงู‡ُ ุงู„ู†َّุงุฑُ ูˆَู…َุง ู„ِู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْุตَุงุฑٍ

“Sesungguhnya barangsiapa yang melakukan kemusyrikan kepada Allah, maka pasti Allah mengharamkan baginya surga, tempatnya ialah neraka dan tidaklah ada bagi orang-orang zholim itu seorang penolongpun”. ( Al Maidah: 72)

1⃣0⃣ Sebesar apapun amalan kita, siapapun kita, apapun kedudukan kita maka batallah, hancurlah seluruh amalan kita ketika berani berbuat kemusyrikan.



Allah Subhana wa Ta'ala berfirman,
ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฃُูˆุญِูŠَ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِูƒَ ู„َุฆِู†ْ ุฃَุดْุฑَูƒْุชَ ู„َูŠَุญْุจَุทَู†َّ ุนَู…َู„ُูƒَ ูˆَู„َุชَูƒُูˆู†َู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْุฎَุงุณِุฑِูŠู†َ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Apabila kalian berbuat kemusyrikan, niscaya akan hapuslah seluruh amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. ( Az- Zumar : 65).

1⃣1⃣ Para Nabi dan Rsul ‘alaihimussalam menyadari betapa bahaya kemusyrikan sehingga lisan mereka tidak lupa memohon kepada Allah 'Azza wa Jalla agar diri mereka, keluarga dan anak keturunan mereka dijauhkan dari perbuatan syirik. Diantaranya adalah doa kekasih Allah, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,
ูˆَุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…ُ ุฑَุจِّ ุงุฌْุนَู„ْ ู‡َุฐَุง ุงู„ْุจَู„َุฏَ ุขَู…ِู†ًุง ูˆَุงุฌْู†ُุจْู†ِูŠ ูˆَุจَู†ِูŠَّ ุฃَู†ْ ู†َุนْุจُุฏَ ุงู„ْ

ุฃَุตْู†َุงู…َ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berdoa, “Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekkah) menjadi negeri yang aman dan jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari penyembahan terhadap berhala”. (QS. Ibrahim: 35)

1⃣2⃣ Pertanyaannya, ‘Apakah diri kita lebih mulia dibandingkan dengan Nabi Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam dan seluruh para nabi serta Rasul ‘alaihumussalam ??!!

1⃣3⃣ Semoga kita dan kaum muslimin benar-benar sadar akan bahaya syirik? Simaklah doa yang Nabi Shollalahu 'alaihi wa Sallam ajarkan kepada Sahabatnya yang paling mulia Abu Bakr radhiyallahu 'anhu ketika Nabi Shallalahu 'alaihi wa Sallam mengabarkan kepadanya bahwa syirik itu lebih samar dari jejak semut.

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ุฃَู†ْ ุฃُุดْุฑِูƒَ ุจِูƒَ ูˆَุฃَู†َุง ุฃَุนْู„َู…ُ ، ูˆَุฃَุณْุชَุบْูِุฑُูƒَ ู„ِู…َุง ู„ุงَ ุฃَุนْู„َู…ُ

“Yaa Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari berbuat kesyirikan ketika aku mengetahuinya dan aku memohon ampunan Mu ketika aku tidak mengetahuinya”. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad).

1⃣4⃣ Mari ajak diri kita, istri, anak, keluarga kita dan masyarakat kita agar takut terhadap kemusyrikan. Mudah-mudahan kita termasuk ahlu tauhid dan terbebas dari kemusyrikan dengan segala bentuknya.

๐Ÿ’ Alhamdulillaahilladzii bini'matihi tatimmush shaalihaat
(Segala puji bagi Allaah yang dengan nikmat-Nya lah segala kebaikan menjadi sempurna)

๐Ÿ’ Jazaakumullaahu khayran 'alaa ihtimaamikum
(Semoga Allaah membalas kalian dengan kebaikan atas perhatian kalian)

✒ Tim Indonesia Bertauhid
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

๐ŸŒ *DENGAN TAUHID, MASUK SURGA SEKELUARGA* ๐ŸŒ

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

CINTA SEDEKAH BERBAGI:

*YAYASAN CINTA SEDEKAH*
Kampung Cipondok RT 03/05
Desa Cibodas Kecamatan Jonggol
Kabupaten Bogor

*KANTOR PERWAKILAN JAKARTA*
Jl. H. Niih No. 4 Ragunan
Jakarta Selatan Kode Pos 12550
Telp. 021-2904 8865

Telegram channel :
https://t.me/ycspeduli

www.cintasedekah.org